- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sering Dikeritik Soal Pembangunan Desa, Kades Nanga Mbaur Aniaya Warganya Sendiri

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    23 April, 2026, 15:24 WIB Last Updated 2026-04-23T09:10:56Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1
    Sering Dikeritik Soal Pembangunan Desa, Kades Nanga Mbaur Aniaya Warganya Sendiri
    Sugianto ketika membuat laporan di kantor polisi/Foto Sugianto

    Kerap dikritik soal pembangunan di desanya, Kepala desa Nanga Mbaur, kecamatan Sambi Rampas melakukan penganiayaan terhadap warganya sendiri.

    [Congkasae.com/Kereba]Warkah Jaludin (58), Kepala Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur dilaporkan warganya sendiri setelah melakukan penganiayaan terhadap warga bernama Sugianto.


    Peristiwa tersebut terjadi pada 10 April 2026 siang, ketika Sugianto yang aktif mengkritik pembangunan di desa Nanga Mbaur menemani keluarganya untuk membeli kambing.


    Menurut keterangan Sugianto peristiwa itu terjadi di kampung Mberu, kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur 10 April 2026 siang. 


    Sugianto yang kala itu tengah menemani keluarganya untuk membeli kambing tiba-tiba dihantam pukulan dari arah belakang oleh kades Warkah Jaludin.


    "Saya dipukul di bagian kepala sebanyak 4 kali,"ujar Sugianto Jumat 23 April 2026.


    Ia mengatakan sang kepala desa sempat menggenggam kayu kedondong yang diayunkan ke bagian kepala Sugianto namun berhasil dihindar korban.


    "Saya langsung lari, mengamankan diri saat Kades mengayunkan kayu kedondong dengan sasaran kepala saya," katanya.


    Nanang yang merupakan saksi yang melihat langsung kejadian tersebut sempat dikejar oleh sang kepala desa beserta beberapa orang.


    Melihat peristiwa itu Nanang langsung melarikan diri dari kejaran para pelaku.


    Kapolsek Sambi Rampas IPDA Hironimus Emilianus membenarkan peristiwa tersebut dengan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pelimpahan berkas perkara ke Polres Manggarai Timur di Borong.


    "Untuk efektivitas dan pengembangan penyidikan, serta mengingat terlapor merupakan Kepala Desa aktif, maka sesuai petunjuk pimpinan, penanganan kasus ini kami limpahkan ke Satreskrim Polres Manggarai Timur,” ujarnya singkat.


    Di sisi lain Kasatreskrim Polres Manggarai Timur IPTU Ahmad Zhacky Sodri membenarkan kasus tersebut dengan mengatakan saat ini kasus tersebut masih dalam proses persiapan gelar perkara.


    Ia mengatakan penyidik akan memanggil para pihak terkait untuk dimintai keterangan dalam kasus ini.


    “Polres Manggarai Timur berkomitmen menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Tidak ada intervensi, semua warga sama di mata hukum. Perkembangan penyidikan akan kami sampaikan secara berkala,” tegasnya.


    Hingga kini belum diketahui pasti motif utama penganiayaan tersebut, meski demikian Sugianto menduga penganiayaan didasari oleh tindakan Sugianto yang kerap mengkritisi proses pembangunan di desa termasuk proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di atas tanah bendahara desa Nanga Mbaur.


    "Saya menduga seperti itu karena peristiwa itu terjadi setelah saya mengkritik pembangunan koperasi desa Merah Putih di atas tanah bendahara desa Nanga Mbaur yang sarat nepotisme,"ujar Sugianto kepada jurnalis congkasae.com.


    Ia mengatakan dua hari sebelum kejadian penganiayaan tersebut sempat berpapasan dengan Warkah Jaludin kades Nanga Mbaur yang kala itu langsung melontarkan caci maki kepada Sugianto.


    "Pas ketemu dengan saya di jalan bapa tua langsung caci maki saya tanpa sebab,"ujarnya.


    Saat ini kata dia, ancaman terbaru yang ditujukan untuk Sugianto yakni soal pembunuhan.


    "Sekarang ini saya merasa trauma dan ketakutan karena diancam untuk dibunuh,"katanya.


    Meski demimikian ia berujar akan terus mengkawal kasus ini dengan harapan pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku.


    Menanggapi hal itu Kepala Desa Nanga Mbaur Warkah Jaludin membantah keterangan Sugianto dengan mengatakan bahwa ia tak melakukan pemukulan.


    "Tidak melakukan ite saya su lapor balek tentang kepalsuan itu,"katanya singkat.


    BACA JUGA

    Perempuan Asal Manggarai Jadi Tersangka Setelah Tipu Warga 200 Juta


    Kendaraan plat luar dan penunggak pajak tak boleh isi bbm subsidi di NTT


    Sejarah Perjuangan Motang Rua mengusir Penjajah di Manggarai


    Legenda Loke Nggerang Putri Ndoso yang Dikuliti Lantaran Menolak Pinangan Raja Bima

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng