- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Warga Manggarai Ricuh Setelah Selebrasi Kemenangan Tim Argentina di Bali

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    08 Juli, 2026, 20:28 WIB Last Updated 2026-07-08T13:43:05Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1
    Warga Manggarai Ricuh Setelah Selebrasi Kemenangan Tim Argentina di Bali

    Kelompok pemuda asal Manggarai terlibat kericuhan setelah menggeber sepeda motor di depan kos di Denpasar Bali 

    [Congkasae.com/Kereba] Kericuhan pecah di jalan Akasia No XVI Gang Durian, Kecamatan Denpasar Timur, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 02.20 Wita. 


    Keributan yang melibatkan warga Sumba Barat dan kelompok pemuda asal Manggarai itu dipicu oleh  kelompok pemuda asal Manggarai yang merayakan kemenangan tim favorit mereka Argentina dengan cara menggeber gas motor sembari meneriak "Argentina Menang" yang mengganggu penghuni kos lain.


    Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan kasus tersebut terjadi pada Rabu 8 Juli 2026 sekitar pukul 02:20 Wita.


    Berdasarkan keterangan saksi berinisial SD (21), penghuni kos asal Sumba Barat, dirinya bersama penghuni kos lainnya sedang beristirahat ketika mendengar suara knalpot motor yang digeber-geber disertai teriakan dari luar kos.


    "Karena merasa terganggu, mereka keluar untuk menegur sekelompok penghuni kos di seberang gang yang diketahui berasal dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur,"kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya Rabu 8 Juli 2026 kepada Balinews.id.



    Kendati demikian kelompok pemuda asal Manggarai itu tak menerima baik teguran SD yang memicu keributan di lokasi kejadian.


    "Dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol, adu mulut pun pecah dan berkembang menjadi aksi saling pukul serta saling lempar batu hingga mengundang perhatian warga sekitar,"katanya.


    Kelompok pemuda asal Manggarai itu baru pulang mengadakan acara nonton bareng piala dunia di jalan Tukad Badung dan tiba di kos sembari menggeber gas motor.


    Hal itu lantas ditegur oleh SD yang merasa terganggu, namun teguran itu malah berkembang menjadi keributan.


    Kasus tersebut akhirnya bisa diredam setelah petugas kepolisian yang dibantu pecalang desa adat tiba di lokasi kejadian dan berhasil menyelesaikan kasus lewat mediasi.

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng