- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Rapat Penanganan Bencana Flores, Bupati Nagekeo Minta Program MBG Ditingkatkan

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    27 Agustus, 2026, 10:13 WIB Last Updated 2026-08-27T03:17:43Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1
    Rapat Penanganan Bencana Flores, Bupati Nagekeo Malah Lapor MBG ke Presiden Prabowo

    Dalam rapat terbatas soal penanganan bencana Flores, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus meminta pemerintah pusat meningkatkan pemberian makan bergizi gratis di kabupaten itu.

     [Congkasae.com/Kereba] Setelah 12 hari dilanda gempa 7,7 magnitudo, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya melakukan kunjungan kerja ke pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.


    Rombongan presiden yang tiba di Labuan Bajo, Manggarai Barat pada Rabu 26 Agustus 2026 langsung bergerak menuju kabupaten Nagekeo dengan menggunakan helikopter untuk memimpin rapat koodinasi yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.


    Dalam rapat yang diselenggerakan dalam tenda di kabupaten Nagekeo, sejumlah kementrian dan lembaga menyampaikan laporan terkait penanganan korban gempa termasuk yang dilakukan oleh gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan bupati Nagekeo Simplisius Donatus.


    Awalnya bupati Nagekeo yang melaporkan kondisi masyarakat dan penanganan pasca gempa melaporkan kondisi terkini namun bupati Simplisius akhirnya menyinggung soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).


    "Kemudian soal program Makan Bergizi Gratis, Saya atas nama masyarakat Nagekeo  kami sangat mendukung program MBG ini,"kata bupati Nagekeo dalam rapat tersebut.


    Selanjutnya bupati Simplisius mengaku telah melakukan kegiatan survey non formil untuk sekolah dan guru yang mendapatkan alokasi jatah program MBG mereka survey kehadiran siswa nyaris seratus persen.


    "Siswa yang sekolahnya mendapat MBG kehadirannya nyaris seratus persen,"katanya.


    Selain itu ia mengakui mendapat laporan soal tingkat kebugaran fisik siswa-siswi yang mendapatkan program MBG yang disebutnya mengalami peningkatan pada siswa yang memperoleh jatah MBG.


    Selain itu program MBG yang dijalankan pemerintah di kabupaten Nagekeo disebut dapat menghilangkan tingkat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terutama untuk orang tua yang siswanya memperoleh jatah MBG di sekolah.


    Ia mengatakan, sebelumnya konflik rumah tangga dapat terjadi ketika istri meminta uang kepada suami yang tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Kini, perempuan yang terlibat dalam program MBG memiliki penghasilan sendiri. 


    "Sekarang kalau suaminya tidak kasih uang, dia punya uang sendiri dari MBG ini, Bapak. Berkerja maksudnya. Iya, mereka punya punya penghasilan. Ini hal yang memang tidak orang bayangkan, Bapak," katanya.


    Karenanya ia meminta presiden Probowo Subianto untuk terus meningkatkan program pemberian Makan Bergizi Gratis terutama untuk siswa-siswi yang ada di kabupaten Nagekeo Flores.


    BACA JUGA

    Jarah Rumah Warga Korban Gempa, Pelajar SMK di Labuan Bajo Ditangkap Polisip


    Mata Air Keruh Usai Gempa, Warga Desa Rana Mbata Kesulitan Akses Air Minum Bersih


    Mengapa Gempa Flores Sangat Merusak?

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng