Catatan Kecil Di Hari Natal - Congkasae.com

News Update

25 December, 2016

Catatan Kecil Di Hari Natal



Oleh Antonius Rahu**
Dalam keramaian dan hiruk-pikuk kota metropolitan aku terlarut. Seolah tak menghiraukan detik demi detik yang terus berjalan. Aku terus berkutat dengan kesibukan dan kesibukan pikiran ku sudah di jejali oleh kerjaan, tugas dan kuliah yang seolah datang mencuri waktu ku. 


Telinga ku terkadang tuli, ketika mendengar lantunan lagu-lagu natal yang di putar di pusat-pusat perbelanjaan. Mataku terkadang kabur ketika melihat tulisan selamat Natal yang terpampang di tiap-tiap persimpangan jalan.

Aku masih sibuk dengan kesibukan ku, sampai suatu waktu ku buka ponsel dan ku baca pesan singkat dari ibu, “Nak selamat Natal baik-baik di sana, ibu sangat merindukan mu” sejenak aku termenung. Aku terdiam seribu bahasa rasa bersalah itu tiba-tiba muncul dalam hati. 
 
Ponakan chelsea dan opan
Bersalah karena aku telah melewati tahapan persiapan natal. Air mata tak lagi di bending, perasaan bersalah itu tiba-tiba hadir begitu saja.
Hubungi kami di WA 082342994060 untuk pemasangan Iklan

Sejenak aku bergegas ke kamar kecil mempersiapkan diri menghadiri misa malam natal. Meskipun hati masih penuh dengan perasaan bersalah, namun ada semacam niat dan tekad yang kuat. Tekad untuk menemui Sang Juru Selamat di palungan.

Sang Juru Selamat yang telah rela hadir ke tengah-tengah dunia, di lahirkan di tempat yang paling hina. Sang Juru Selamat yang mau solider dengan kita manusia yang penuh dengan dosa seperti saya ini.
 
Dengan kk charles demelo
Di dalam gereja saya bertelut di hadapan kandang Natal, sembari memohon ampun atas segala kesalahan saya selama ini. Terutama kesalahan yang sering dilakukan aktivis sosial seperti saya ini adalah suka menyakiti orang lain.

Lewat kritikan tajam saya sering melukai hati orang-orang dan yang paling besar adalah dosa yang telah melupakan Tuhan karena terlena dengan hiruk-pikuk keramaian kota.
 
dengan teman kelas VII C

Sejenak ada perasaan legah yang timbul dari dalam hati, seolah ada bisikan dari dalam lubuk hati yang paling dalam.

“Nak persiapkan dirimu sekarang sambutlah kedatangan NYA” aku bangkit berdiri dan kembali ke tempat duduk, dengan hati yang sedikit legah. 

Lampu-lampu gereja sekejap padam, sementara nyanyian Gloria in ex celcis deo mengiringi pastor memasuki gereja. Lilin-lilin umat dinyalakan serentak menerangi kegelapan dalam ruangan gereja malam itu.
 
Antonius Rahu
Dalam hati aku bergumam “Tuhan Yesus terima kasih Engkau telah memaafkan dan menerima aku dengan segala ketidakpantasan ku” Selamat datang Tuhan Yesus. 

Semoga kedatangan MU kali ini benar-benar membawah pembaharuan dalam diri seorang Antonius Rahu.

Dan damai sejahtera yang Engkau Wartakan senantiasa menyebar ke pelosok negeri. Negeri yang saat ini penuh dengan tindakan intoleran dan SARA. ****

Tabe natal latang ase ka,e Manggarai di manapun berada

SALAM NATAL SALAM HANGAT DARI SAYA

ANTONIUS RAHU

Denpasar 25 Des 2016

No comments:

Post a Comment