Ini Pesan Mantan Bupati Christian Rotok, Untuk Mahasiswa Asal Manggarai - Congkasae.com

Hoos ata werud

28 March, 2017

Ini Pesan Mantan Bupati Christian Rotok, Untuk Mahasiswa Asal Manggarai

Foto bersama pak Christian Rotok dan Ketua IKKMAR Bali

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan kesempatan yang istimewah, yakni bisa berbincang-bincang (Lejong), dengan salah seorang tokoh berpengaru, salah satu putra terbaik Bumi Congka Sae, serta mantan bupati dua periode mungkin kalian kenal namanya Christian Rotok.


Kali ini beliau mengunjungi Denpasar dalam agenda menghadiri pembukaan turnamen sepak bola yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Manggarai Bali yang disebut IKMAR CUP 2017.

Turnamen sepakbola IKKMAR CUP sendiri dilangsungkan di lapangan Gor Ngurah Rai Denpasar. Sebelum acara pembukaan turnamen tersebut, saya berkesempatan melakukan bincang-bincang (Lejong) dengan beliau.

Senyumanya yang khas langsung tersyarat di wajah Christian ketika saya memperkenalkan diri dan mengatakan bahwa saya berasal dari Manggarai Timur.

“dari Manggarai Timur mana nana?” tanya Christian Rotok.

“saya dari Mbata/Mukun Kecamatan Kota Komba pak,” jawabku yang langsung di sahutnya “oh.....kali ata mukun ho bo, bagaimana-bagaimana nana?” ujarnya.

Pertemuan kami langsung akrab, meski baru pertama kali saya berbincang-bincang secara langsung dengan beliau, selama ini saya hanya membaca kutipan-kutipan ucapan beliau di media-media lokal Manggarai dan NTT.

Pak Christian, begitu sapaan beliau oleh warga Manggarai, mengaku sangat bangga dan terharu ketika melihat orang-orang Manggarai mengenakan  atribut adat Manggarai di Bali.

“iya tadi pas saya masuk, saya merasa bangga sekali ketika melihat orang-orang dengan bangga mengenakan atribut adat Manggarai, pada hal ini bukan di Manggarai tapi saya rasa seperti sedang berada di Manggarai lagi ini” ujar Pak Chris.

Menurut Christian, ada sejumlah persoalan yang sedang di hadapi oleh bangsa Indonesia saat ini terutama di provinsi NTT khususnya, yakni tingginya pengangguran.

Apalagi berdasarkan data statistik yang dirilis oleh badan pusat statistik baru-baru ini, mengatakan bahwa penganggur terbesar di NTT berasal dari tamatan SMA dan SMK, Sementara berada di urutan kedua di tempati oleh kalangan sarjana.

“ inilah kekeliruan terbesar yang sedang dialami oleh generasi mudah saat ini yakni, sekolah hanya  bertujuan untuk menjadi pegawai Negeri sipil seharusnya, mindset kaum mudah harus di ubah. Sekolah itu bukan untuk mendapatkan pekerjaan, akan tetapi untuk mencari pekerjaan.” Tutur pak Chris.

Selain itu lanjut pak Chris, adanya anggapan bahwa jika lulus sarjana harus jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Merepresentasikan pemahaman kaum mudah akan pendidikan itu sangat sempit.

Pak Chris mengibaratkan pendidikan seperti mengasah parang di atas batu asah “pendidikan itu, ibarat kita mengasah parang di atas batu asah. Setelah parang itu tajam, kan bukan digunakan untuk potong batu asahnya, tetapi untuk potong barang lain” katanya sambil tersenyum lebar.

Mantan bupati dua periode ini mencontohi putra-putrinya sendiri yang bermimpi untuk menjadi PNS kala beliau menjabat sebagai Bupati Manggarai, akan tetapi beliau melarangnya.

“putri saya itu lulusan S2 pada saat saya menjabat jadi Bupati, dia merengek ke saya minta dibukakan formasi tes untuk S2 di Manggarai, tapi saya larang,” ucap pak Chris.

“Saya bilang saya punya S2 sudah banyak kalau enu mau jadi PNS coba lamar di kabupaten lain. Secara kebetulan Kabupaten Manggarai Timur waktu itu buka formasi S2 akhirnya putri saya tes di Manggarai Timur dan puji Tuhan lulus,” kata Christian Rotok berapi-api.

Ketika ditanyakan alasanya mengapa beliau melarang putra-putrinya menjadi PNS, pak Chris tampak senyum dan berkata bahwa menjadi PNS itu sangat sengsara.
Hubungi kami di WA 082342994060 untuk pemasangan Iklan

“nana jadi PNS itu sengsara sekali, nana punya harta sedikit saja diselidiki ditanya dari mana datangnya harta tersebut? Sementara kalau kalian mau jadi pengusaha, nana mau punya pesawat terbang sendiri juga tidak ada yang repot” katanya.

“Lalu apakah Pak Christian melarang Mahasiswa untuk jadi PNS?” Tanyaku penasaran.

 Menanggapi pertanyaan tersebut, pak Chris mengatakan bahwa jika ada peluang silakan dimanfaatkan tapi jangan jadikan itu sebagai satu-satunya tujuan kuliah.

“pendidikan itu sangat luas maknanya, mengapa kalian terlalu menyempitkan tujuan pendidikan hanya sekedar menjadi PNS? Kalau ada formasi PNS di Buka silakan mendaftar dan ikut tes, tapi jangan jadikan test PNS itu sebagai satu-satunya tujuan kalian kuliah” terang mantan Bupati dua periode ini.
pak Christian Rotok saat memberikan sambutan pembukaan IKKMAR CUP

Dirinya mencontohkan gaji yang dia terima sebagai bupati Manggarai yang tidak seberapa, jika dibandingkan dengan tanggung jawab yang beliau emban.

“nana saya punya gaji sebagai bupati itu hanya lima juta per bulan, bandingkan dengan tanggung jawab yang saya emban, akhirnya untuk menutupi kebutuhan sekarang saya terjun ke dunia bisnis air kangen water dan buka bengkel kayu, saya bisa bikikin meja, kursi, saya harap kalian yang mahasiswa juga bisa ikut seprti itu, kenapa kalian mau sekali berdesak-desakan antre jadi PNS? Orang tidak hidup dari PNS saja nana,” kata pak Chris.

Pria yang pernah menjadi pembantu waktu masih SMP di Kupang ini berharap, agar para mahasiswa asal bumi Congka Sae bisa aktif berorganisasi, pasalnya menurut beliau, organisasi itu bisa membentuk watak dan karakter mahasiswa sehingga siap pakai di masyarakat.

Selain itu lanjut Christian, lulusan sarjana, seharusnya Dapat menciptakan lapangan pekerjaan sehingga bisa mengurangi tingkat pengangguran yang masih tinggi terutama di NTT.

“Lulusan Sarjana itu, seharusnya bisa menyediakan lapangan pekerjaan, jadi pengusaha misalnya jangan hanya berharap untuk jadi PNS saja,”  anjur pak Chris.

Sayapun penasaran dengan pandangan beliau mengenai banyaknya pengangguran di Manggarai yang malah jadi profokator di kampung, pertanyaan saya langsung dijawab oleh pak Chris.

“nana itu makanya kalau jadi mahasiswa itu jangan hanya kampus-kos, kampus-kos saja cobalah aktif di organisasi karena orang yang aktif di organisasi itu siap pakai nanti jika lulus,” katanya.
Rapat bersama pembina KBMK IKIP PGRI Bali bapak Drs.Agus Dei Segu M.Fis

Pak Chris melanjutkan, bahwa belajar di kelas saja tidak cukup untuk bisa bersaing di dunia kerja nantinya.

“belajar saja di kelas saja tidak cukup untuk bersaing di dunia kerja nana, kalian harus berorganisasi, karena disana kalian akan dapatkan hal-hal baru yang memang diperlukan di masyarakat nantinya,” ucap pak Chris.

Menurut pak Chris, menjadi mahasiswa asal Bumi Congka Sae merupakan hal yang dibanggakan apa lagi jika bisa kuliah sambil bekerja itu nilainya plus.

“Di Bali ini saya dengar banyak sekali mahasiswa kita yang kuliah sambil bekerja itu luar biasa nana, saya bangga,” akunya.

Dia juga menganjurkan kepada mahasiswa yang masih dibiayai oleh orang tua agar mencontohi hal-hal positif tersebut.

“untuk mereka yang masih dibiayai oleh orang tua, cobalah contohi hal-hal positif itu, magang di orang punya perusahan, jadi tukang sapu tidak masalah, jangan salah bergaul kalian mahasiswa asal Manggarai ini,” pungkasnya.
Berpose bersama tiga molas Manggarai di kampus IKIP PGRI Bali

Sayangnya perbincangan kami harus usai pasalnya, pak Chris harus membuka acara Turnamen Sepakbola IKKMAR CUP kala itu.

Meski lejongnya kami hanya 30 menit saja, tapi rasanya saya sudah mendapatkan banyak ilmu baru dari tokoh yang luar biasa ini.

Di akhir perbincangan kami pak Chris berpesan agar tetaplah  menjadi mahasiswa kebanggaan bumi Congka Sae.

“tetaplah menjadi mahasiswa kebanggaan Manggarai nana e....saya tunggu nanti gebrakan kalian di Manggarai kalau pulang,” katanya.***

Penulis: Antonius Rahu
Merupakan Mahasiswa Tingkat Akhir di IKIP PGRI Bali, alumnus SMA N 1 Ruteng aktif di berbagai macam organisasi.

Tulisan ini sudah pernah terbit di media online Marjinnews.com, Floreseditorial.com dan bulletin Mahasiswa Udayana Bali “saung Bembang de IMMADA”

Baca Juga:

1.Mahasiswa Keren Itu Adalah Mahasiswa yang Kuliah Sambil Bekerja

2.Kopi Manggarai yang Telah Menyekolahkanku

3. Riwayat Hidup Wilhelmus Van Bekkum SVD Uskup Ruteng Pertama

4.Cintaku Kandas Karena Belis

5.Sejarah Beo Mbata Manus Manggarai Timur

No comments:

Post a Comment