Dibalik Gemerlapnya Pantai Kuta Bali - Congkasae.com

News Update

13 March, 2017

Dibalik Gemerlapnya Pantai Kuta Bali


Menjadi Pengemis merupakan suatu potret buruk kondisi sosial dan dikategorikan sebagai orang dengan drajat paling rendah. 

ya….itulah anggapan masyarakat kita pada umumnya tentang pengemis. Bicara tentang Pengemis, maka bicara tentang anak jalanan atau yang sering disebut Gepeng di Bali.
Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu. Begitu sepenggal lirik lagu Iwan Fals. Dalam lagu tersebut menggambarkan anak kecil yang berjuang untuk mengais rupiah. Pertarungan dengan waktu pun sepertinya dihadapi para anak jalanan (Gepeng).
Kita semua umumnya karena iba hanya memberikan uang bila bertemu di jalan. Harapannya adalah uang tersebut bisa dimanfaatkan untuk menyambung hidup. 
Tidak banyak yang mencari tahu, sebenarnya untuk apa uang yang mereka cari. Kemudian apakah mereka tidak sekolah. Dan terakhir masa depan Gepeng ini menjadi apa. Tidak mungkin selamanya dia berada di jalanan.
Di Pulau Bali jumlah Gepeng terbilang cukup banyak, terutama dikawasan yang menjadi pusat industri pariwisata sebut saja kawasan pantai kuta dan sekitarnya.
Gepeng sering dianggap sebagai perusak pemandangan terutama di kawasan yang sangat ramai dikunjungi oleh pelancong dari mancanegara. 
Lantas tidak jarang anak-anak yang berada di jalanan ini ditangkap dalam operasi yang dilakukan oleh petugas keamanan, hal tersebut diakui KD yang merupakan anak jalanan (Gepeng) yang saya temui di pantai Kuta Bali beberapa waktu lalu.
Bermodalkan pernak-pernik ditanganya dan sedikit menguasai bahasa inggris, anak-anak yang seharusnya masih duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama ini tampak sibuk, menawarkan daganganya kepada tamu yang sedang berjemur di pantai atau sedang menghabiskan minuman di bar-bar yang berjejeran sepanjang Pantai kuta Bali.
KD tidak sendirian ada puluhan anak lainya yang juga menjalankan profesi yang sama, bagi KD hidup merupakan suatu perjuangan demi meraih kesuksesan, “oleh karena itu berjuanglah sebisa mungkin” ujar KD yang berparas ayu ini ketika saya tanyai.
sayapun penasaran dengan aktivitas KD keseharianya, apakah dia sekolah? bagaimana awalnya dia bisa bekerja di Pantai kuta? apakah mereka merasa nyaman dengan pekerjaanya tersebut? bukankah pekerjaan itu rentan terhadap kekerasan terhadap anak sebut saja pelecehan seksual yang akhir-akhir ini sering mengintai anak-anak jalanan (Gepeng)?
sayang seribu sayang, KD sejenak terdiam seribu bahasa, dia hanya tersenyum lalu mengatakan “maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda, itu merupakan privasi saya” ujarnya.
Hubungi kami di WA 082342994060 untuk pemasangan Iklan
sayapun akhirnya mengerti dan mau menerima jawaban KD meski saya harus mengurung rasa ingin tahu saya. Gepeng merupakan anak-anak yang berjuang menyambung hidup dari hasil jualan pernak-pernik yang mereka tawarkan kepada tamu. 
Sejenak saya merenung dalam hati saya berkata “saya berjanji untuk tidak mengeluh lagi, saya harus lebih kuat dengan masalah yang saya hadapi, anak-anak ini sudah menunjukan ketangguhan dan kegigihanya dalam menentang glombang kehidupan, kalau dia bisa? mengapa saya tidak?”.
sayang percakapan saya dan KD harus berakhir pasalnya dia segera beranjak dari kursi tempat saya duduk pada hal saya masih ingin membicarakan banyak hal denganya.
sayapun memperbolehkanya ketika dia mengatakan “maaf nggih bli saya harus berjualan” saya hanya mengangguk dan mengatakan “oh iya silakan dek, sukses ya kedepanya…”
setelah mnghabiskan sebotol minuman sambil menyaksikan suguhan pemandangan alam berupa pancaran cahaya matahari yang hendak beranjak ke peraduanya, sayapun beranjak dari tempat duduk itu. dalam hati saya berjanji untuk melakukan dan bisa merasakan apa yang dilakukan oleh KD.
KD telah menginspirasiku untuk melakukan hal-hal yang apa saja yang pentig halal alias tidak mencuri. KD merupakan sosok yang akan selalu kukenang sampai kapanpun.
Gadis cilik berparas ayu itu menghiasi lamunanku dalam perjalanan pulang, “KD oh KD, kamu belum menjawab pertanyaan penting ku, aku ingin mendengarkan ceritamu kelak jika kamu sudah tidak malu lagi, semoga Tuhan Senantiasa menjagamu” gumamku dalam hati.
motor jupiter MX merahku melaju kencang meninggalkan kawasan yang marak dengan industri pariwisata Bali itu, sementara lampu-lampu jalanan seolah berkejar-kejaran ke belakang lamunanku masih tentang KD si gadis berparas Ayu.
KD yang telah menginspirasiku.

Penulis Merupakan mahasiswa tingkat akhir di IKIP PGRI Bali, saat ini bekerja sebagai news editor di salah satu media, alumnus SMA N 1 Ruteng.

Tulisan ini sudah pernah terbit di websitte Qureta.com edisi 14 maret 2017
Baca Juga

No comments:

Post a Comment