Mengintip Perayaan Natal di Polandia - Congkasae.com

Hoos ata werud

24 December, 2017

Mengintip Perayaan Natal di Polandia

Wigilia, tradisi malam Natal di Polandia setiap tanggal 24 Desember. Photo credit: wikipedia

[Congkasae.com/Artikel]Polandia meruapakan salah satu negara di kawasan Eropa dengan mayoritas penduduknya beragama Katolik.  Natal di Negara ini tentu saja menjadi salah satu perayaan yang paling penting.

Saking pentingnya perayaan natal, Negara Polandia menetapapkan liburan natal selama dua hari yakni pada tanggal 25-26  Desember. Dua hari ini ditetapkan sebagai hari libur resmi Polandia dan selama 2 hari ini, semua toko dan pusat perbelanjaan ditutup.

Pada saat perayaan natal seperti saat ini, kota-kota besar di Polandia terasa semakin sepi, tanpa pengunjung dan aktivitas. Hal tersebut terjadi di hampir seluruh pelosok negeri itu.termasuk di kota  Warsawa.

Hal ini dapat terjadi karena beberapa hari sebelumnya orang-orang di negara ini sudah banyak yang pulang kampung alias mudik untuk berkumpul dengan keluarganya.

Ini karena sebenarnya tradisi Natal yang utama di Polandia bukanlah perayaan pada hari Natal tanggal 25 Desember itu sendiri, melainkan pada malam Natal (Christmas eve) sehari sebelumnya.

Mengutip Polandesia.com, pada tanggal 24 Desember, orang-orang Polandia berkumpul bersama keluarganya untuk merayakan tradisi malam Natal yang disebut Wigilia (dibaca Vigilia).
Momen Wigilia ini bukan hanya sekedar jamuan makan malam biasa, akan tetapi terdapat kekhususannya. Pada malam Wigilia ini, meja makan ditutup dengan taplak putih dan dibawah taplak seringkali ditaruh beberapa jerami.
Jerami tersebut melambangkan simbol palungan tempat Kristus dilahirkan, juga selalu ada 1 kursi makan tambahan yang disiapkan bila sewaktu-waktu ada tamu  atau orang asing yang tiba-tiba datang karena mencari makan atau tempat menginap.
Dalam tradisi yang dianut oleh orang Polandia, pada malam Wigilia tidak ada orang yang sendirian, pada malam Natal ini. Menu dalam hidangan Wigilia pun biasanya terdiri dari 12 masakan dengan syarat, tidak boleh dari daging.

Wigilia, tradisi malam Natal di Polandia setiap tanggal 24 Desember. Photo credit: wikipedia
Menu yang populer disajikan adalah sup jamur atau bit, uszka (semacam dumpling/pastel isi jamur), pierogi (isinya bisa macam-macam: bisa sauerkraut, jamur, keju atau buah), ikan (biasanya ikan, ikan herring, mie dengan poppyseed, kue jahe dan semacam kolak dari buah kering.

Di Negara ini, sebelum menyantap makan malam, semua orang akan memegang opłatek (dibacanya: opuwatek), semacam wafer putih tipis.

Bentuknya mirip hosti di misa-misa Katolik, tetapi oplatek ini bukanlah hosti melainkan hanya simbol dari a shared meal. Setiap orang kemudian bergantian mengucapkan harapan dan do’a Natal mereka sabil saling memecahkan sedikit opłatek satu sama lain.

Biasanya opłatek untuk malam Natal ini didapat dari gereja sehabis ibadah; meskipun  tidak dijual dengan harga tertentu, tetapi orang-orang biasanya memberikan donasi kecil ke gereja sebagai gantinya.

Begitu populernya opłatek ini saat Wigilia, sehingga orang-orang Polandia kadang kala menyelipkan secuil opłatek di kartu Natal yang mereka kirimkan sebagai simbol berbagi jamuan malam Natal dengan saudara atau keluarga mereka di luar negeri.

Jika sudah selesai menyantap hidangan, acara biasanya dilanjutkan dengan bernyanyi lagu-lagu Natal (semacam Christmas carol) yang disebut kolędy dan membuka kado-kado Natal, utamanya untuk anak-anak.

Akan tetapi berbeda dengan di Amerika, peran Santa Claus tidak menonjol di Polandia. Jadi kado-kado Natal tersebut tidak disebutkan berasal dari Santa Claus.

Setelah itu, banyak orang yang menyempatkan pergi ke gereja untuk mengikuti Misa Natal Tengah Malam (biasanya sampai jam 02;00 dini hari). Tidak heran, ujung-ujungnya orang-orang Polandia telat bangun justru pada saat hari Natalnya 
Di kota Warsawa pada saat natal seperti ini kondisinya sangat  sepi tanpa kehidupan, bahkan lebih sepi dari kota Jakarta ketika Lebaran.
Semua took atau pusat hiburan tutup, jalanan kosong karena orang-orang pada mudik, dan cuaca di bulan Desember yang dingin dan mendung semakin menambah kelabu kota ini.
Tambah sedih karena tidak ada ibadah Natal di gereja internasional (gereja berbahasa Inggris untuk orang asing) pada tanggal 25 Desember-nya.
Kebanyakan keluarga ekspatriat pada liburan Natal memang memilih berlibur pulang ke negaranya sampai tahun baru.
Pusat perbelanjaan tampak sepi

Di Warsawa ini memang lebih meriah saat menjelang Natal, dengan adanya Christmas Sale atau Christmas Market – tetapi itu semua tutup sejak sehari sebelum Natal.

Biasanya pada tanggal 24 Desember, toko-toko di kota ini hanya buka sampai jam 4 sore. Kalau ada yang ingin mengalami White Christmas di Polandia, belum tentu juga saljunya turun saat Christmas.

Seperti 3 tahun terakhir ini saljunya tidak pernah turun pada saat Natal. Pokoknya kesannya jauh dari bayangan kemeriahan Natal di luar negeri seperti yang diceritakan di film-film.**

No comments:

Post a Comment