5 Cara Membedakan Berita Hoaks di Media Online - Congkasae.com

Hoos ata werud

04 January, 2018

5 Cara Membedakan Berita Hoaks di Media Online

ilustrasi Net

[Congkasae.com/Kreba] Kalian pernah mendengar kata "Hoaks" bukan? kata ini seringkali digunakan untuk mendeskripsikan kabar bohong yang menyebar di masyarakat.

Iya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata hoaks diartikan sebagai kabar bohong atau berita bohong. Kabar atau berita bohong ini seringkali digunakan dengan maksud tertentu, tergantung penyebar berita.

Ada yang bermotif iseng, ada juga yang mempunyai motif mendapatkan banyak pengunjung website, sampai yang paling ekstrim adalah ingin menjatuhkan seseorang, biasanya terkait lawan politik dll.

Perkembangan teknologi saat ini memang terbilang sangat cepat, arus informasi yang dulunya hanya dapat diakses melalui koran dan radio kini mengalami pergeseran.

Sejak ditemukannya Internet yang memberikan kemudahan akses, dampaknya memang cukup signifikan. Terutama pada proses pengiriman informasi tersebut dan kemudahan akses bagi masyarakat.

Saat ini dengan merebaknya media cyber, atau yang populer disebut media online, informasi yang dulunya hanya bisa diakses melalui koran dan radio bisa dengan mudah diakses oleh siapapun.

Melalui media online tersebut, anda bisa mengetahui suatu peristiwa yang terjadi di suatu tempat yang jauh dari anda hanya dalam hitungan detik.

Sayangnya, dibalik kemudahan akses informasi yang ditawarkan oleh Internet bukannya tanpa masalah. Kemudahan ini diwarnai oleh kabar bohong atau "hoaks" yang tak jarang menelan korban termauk anda.

Lalu bagaimana mengenali situs berita yang disinyalir bermuatan hoaks alias berita abal-abal? Berikut ini Congkasae.com sajikan untuk anda, sebelum menjadi korban berikutnya.

1. Kenali Nama Domain Situs Berita yang Diakses

Bagi pembaca yang masih awam dengan istilah "domain name" sebuah situs di internet sebenarnya gampang saja cara mengenalinya.
domain name terdapat di ujung atas ponsel atau layar monitor anda, Foto Net

Pembaca hanya melihatnya di bagian alamat url yang ditampilkan di layar smarphone atau layar monitor anda.

Letakanya di bagian atas paling pertama biasanya diawali dengan kode http//www.  Contoh untuk website yang saat ini anda baca alamat URL nya adalah https://www.congkasae.com/ . Kebanyakan situs berita hoaks kerap membuat doamin name yang aneh-aneh anda harus perhatikan itu.

2. Pahami perbedaan Website dengan Blog

Nah yang ini juga harus diperhatikan, website dan blog itu ibarat pinang dibela dua, perbedaanya sangat tipis. Akan tetapi ada cara gampang mengenalinya, yakni kembali lagi ke alamat domain web yang tertera di bagian atas layar ponsel anda ketika mengakses situs tersebut.

Blog itu biasanya memiliki alamat yang selalu diakhiri dengan kata blogspot.com atau wordpress.com dan masih banyak lagi platform lainnya.

kenali perbedaan blog dan website,Foto Net

contoh https://www.congkasae.blogspot.com/ atau https://www.congkasae.wordpress.com/ dua contoh ini merupakan blog pribadi. Lalu websitenya bagaimana? nah untuk websitenya biasanya tidak diikuti oleh blogspot.com dan wordpress.com.

Contoh https://www.congkasae.com/ atau https://www.kompas.com/ ini merupakan website. Jadi ingat ya perbedaan Blog dan website.

3. Perhatikan Tatat Bahasa
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi berita yang diakses melalui internet adalah tata bahasa dan gaya penulisan.
Tata bahasa yang digunakan website penebar hoaks tampak tidak profesional

Situs penebar berita bohong biasanya sering menggunakan bahasa yang tidak baku, alias bukan bahasa yang lazim digunakan oleh media massa pada umumnya.

Perhatikan juga bagian Judul berita yang anda akses, situs berita hoaks kerap menggunakan judul yang sensasional, dan cendrung memprofokasi.

4. Perhatkan Alamat Resmi dari Situs Berita yang Diakses
Alamat resmi dalam hal ini adalah alamat kantor dari situs yang anda akses, menurut dewan pers, di Indonesia saat ini terda pat 43.000 situs yang mengaku portal berita.

Dari jumlah tersebut, baru 300 an situs yang terferivikasi ke dewan pers, jadi sisanya masih bodong alias belum terferivikasi. Menurut UU No 40 th 1999, setiap perusahan pers wajib hukumnya mencantumkan alamat resmi perusahan media yang beroperasi.
perhstikan alamat resmi dari situs web yang anda akses, Foto Net

Jadi setiap media online yang terferivikasi biasanya sudah mencantumkan alamat resmi kantor beritanya di website mereka. Kalau tidak ada, maka patut diduga situs yang anda akses itu belum terferivikasi ke dewan pers.

5 Perhatikan Related Post dari Berita di Situs Tersebut
Related post merupakan artikel atau berita lain yang memiliki kesamaan tipe, misalnya anda sedang membaca berita dengan kategori politik.

Di bagian bawah artikel tersebut pasti terdapat berita lain yang masih memiliki kesamaan kategori.
Ilustrasi Related Post Foto Net

Situs berita resmi biasanya konsisten memposting berita pada related post nya jika anda melihat related post nya berisi artikel lain yang campur aduk ibarat nasi campur, maka patut diduga anda sedang mengakses informasi dari situs yang tidak valid.

Jadi sebagai pembaca, kita harus jeli melihat, jangan mudah percaya begitu saja pada setiap informasi yang dikonsumsi. Telaah lagi sumber informasi yang anda baca sebelum anda menjadi korban berita bohong alias hoaks.

No comments:

Post a Comment