Kamu Menjauh Ketika Rupiahku Melemah - Congkasae.com

News Update

20 April, 2020

Kamu Menjauh Ketika Rupiahku Melemah


***Oleh Marselino Ando***
Nama saya Kristo, saya berasal dari Kisol yang merupakan wilayah dengan jumlah produsen minyak kelapa murni (VCO) terbanyak di Kabupaten Manggarai Timur.

Saya dibesarkan dari latar belakang keluarga yang pas-pasan. Bapak dan Ibu saya hanyalah petani yang lebih banyak menghabiskan waktu di kebun.

Tiga tahun lalu setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA, saya memutuskan untuk hijrah ke Bali.

Dengan tujuan untuk menyokong perekonomian keluarga. Di pulau yang banyak dikunjungi wisatawan asing ini, saya bekerja sebagai seorang security di salah satu hotel bintang lima.

Upah yang saya terima per bulan Rp.7.000.000. Ya...., bagi saya nominal ini cukup besar sehingga bisa sisihkan untuk keperluan lain, selain mengirim orang tua di kampung.

Berbicara tentang cinta, ya...,, sebagai pemuda yang normal saya juga memiliki seorang tambatan hati yang bernama Meti.

Ia juga berangkat dari latar belakang keluarga yang pas-pasan, namun status kami sedikit berbeda, pasalnya ia adalah seorang mahasiswi di salah satu universitas di kota Kupang.

Sudah dua setengah tahun kami menjalani hubungan asmara jarak jauh (LDR). Meskipun baru berstatus pacaran, saya selalu mengirimkan uang guna membantu biaya perkuliahannya.

Semua ini saya lakukan karena saya percaya satu sa'at nanti Meti akan menjadi ibu dari anak-anak kami.

Pacaran jarak jauh memang punya tantangan  tersendiri, akan tetapi kami selalu merasa nyaman karena terus menjaga intensitas dalam berkomunikasi. Ya..., kami pacaran lewat udara  .

Sampai suatu ketika tibalah saatnya  dimana rupiah saya mulai melemah ketika beberapa bulan lalu pemerintah mennerapkan kebijakan soccial distancing/pembatasan sosial yang diakibatakn oleh virus corona.

Akhirnya saya memutuskan untuk pulang kampung karena sudah diPHK. Sedangkan Meti putuskan untuk mengikuti perkuliahan daring dari kosnya.

Sesampainya di kampung halaman, saya kembali berkumpul bersama kedua orang tua dan keluarga besar.

Rasa rindu saya pun terobati, namun sudah 2 bulan saya menganggur dan tidak lagi mengirim uang untuk Meti si pujaan hati.

Sepertinya kebijakan pembatasan sosial juga berdampak pada pembatasan komunikasi kami. Kini ia enggan membalas pesan WA dan mengangkat telepon untuk sekedar melepas rindu.

Apakah karena pundi-pundi rupiah saya yang mulai melemah? Ohh.. Meti,,, mengapa kamu menjauh??

Penulis merupakan alumnus UKAW Kupang saat ini menetap di Manggarai Timur.

No comments:

Post a Comment