Kopiku tak berkutik - Congkasae.com

News Update

24 April, 2020

Kopiku tak berkutik

***Oleh Romanus Edison***

Kopiku tak berkutik
Ketika ku meliriknya
Ah Bumiku semakin sepi
Pekikku dalam hening

Saat kopiku terseduh,
semua menjelma jadi kenang
Bahkan isi cangkirnya bukan lagi air
Tetapi kau yang mengucang

Apa arti seduhan kopi tanpa sisi yang tak terisi?
suasana sejuk yang telah lama memberikanku hangat;
sembari aku menjadi bisu,
melihat lembaran kering gugur dari asalnya,

sampai secangkir kopi telah menjadi sisa;
Corona sudah menjadi pandemi.
Hingga bumi kini perlu waktu sendiri.
Perlahan hangatmu menghilang

Perlahan aroma itu menyengat
Sangat pekat menyapaku
Kopi guman ku !!
Situasi saat ini menyadarkan,

bahwa temu tak selalu perlu diupayakan.
Terkadang memendam rindu
seraya saling mendoakan menjadi cara terbaik membuktikan rasa
"sebentar", sapa angin;

"bukankah dirimu tak menyukai kopi?", lanjutnya lirih;
aku hanya mengangguk,
tapi karena pahit aku dapat mengenal manis.
Ini bukan tentang asmara gincu yang memoles dengan na'as,
tapi tentang kopi-kopi tanpa ampas
yang membuat sebuah rasa ngilu yang menyandu.

No comments:

Post a Comment