Ribuan Warga NTT Terperangkap di Bali, Pemprov NTT Diminta Bertindak - Congkasae.com

News Update

04 May, 2020

Ribuan Warga NTT Terperangkap di Bali, Pemprov NTT Diminta Bertindak

Warga NTT di Bali, Foto Antonius Rahu/Congkasae.com

[Congkasae.com/Kereba] Sejumlah warga NTT termasuk warga Manggarai Timur, Flores hingga kini dikabarkan tengah terperangkap di daerah perantauan dalam kondisi yang tidak pasti.

Hal itu diakui Gund Ndarung salah seorang perantau yang baru pulang dari Bali ke Manggarai Timur belum lama ini.

Gund sendiri memutuskan pulang kampung menyusul adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahan tempat ia bekerja.

"Merasa beruntung sekali saya dan keluarga kecil saya cepat pulang kampung, pada saat itu pintu penyebrangan belum ditutup,"ungkap Gund ndarung kepada Congkasae.com Senin pagi.

Ia mengaku bahwa menyusul PHK besar-besaran yang dilakukan perusahan sejumlah masyarakat Manggarai Timur bahkan Warga NTT di Bali umumnya saat ini hampir tidak bisa makan.

"Di Bali pada saat ini banyak saudara kita yang mengalami kesulitan untuk mendapat makanan dan membayar tempat tinggal itu disebabkan karena telah lama kehilangan pekerjaan,"ungkap Gund.

Mirisnya lagi, demikian Gund, kebanyakan warga NTT di Bali tidak mendapatkan bantuan yang disalurkan pemerintah.
Gund Ndarung mantan perantau Bali yang pulang kampung setelah di PHK Perusahan, Foto Dok Pribadi

"Untuk saat ini posisi saudara kita di perantauan khususnya di Bali masih ada yang menjadi penonton ketika warga Bali mendapat bantuan dari pihak pemerintahnya,"kisah Gund Ndarung.

Untuk itu mantan perantau Bali ini menuturkan bahwa pemerintah daerah Kabupaten kota dan pemprov NTT diminta segera memikirkan nasib perantau NTT yang terperangkap di Bali.

"Terutama bagi mereka yang masih belum bisa pulang kampung akibat penutupan penyebrangan,"pintanya.

Pemprov Bali Tawarkan Opsi Pulang Kampung Bagi Pendatang
Sebelumnya pemerintah provinsi Bali melalui gubernur Wayan Koster telah menawarkan opsi pulang kampung kepada perantau yang terperangkap di Bali.

Hal itu diketahui dari hasil telekonfrensi dengan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo.

Dalam telekonferensi itu gubernur Bali itu menceritakan keadaan para perantau di Bali yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan akibat di-PHK perusahan.

Namun Doni Monardo mengatakan pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu terkait opsi itu.

Flobamora Bali Minta Pemprov NTT Berkoordinasi dengan Pemprov Bali
Sementara itu ketua umum Flobamora Bali Yoseph Yulius Diaz mengatakan bahwa berdasarkan data yang ada di database Flobamora Bali saat ini terdapat 11.500 warga NTT yang berada di Bali.

Ia mengatakan perantau NTT itu ingin kembali ke NTT namun terkendala aturan penutupan jalur transportasi.

Untuk itu Yusdi meminta pemprov NTT dan Pemprov Bali harus berkordinasi terkait langkah pemulangan bagi warga NTT yang terdampak akibat pandemik covid-19.

“Saya rasa yang pulang itu mau kok dikarantina sampai di kampung mereka masing-masing. Flobamora sangat siap sekali kalau diminta untuk mendata membantu pemprov NTT untuk mendata Warga yang terkena dampak,” harapnya.

No comments:

Post a Comment