Nasib Ngkiong, Burung Endemik Flores di Tengah Kerusakan Hutan Bangga Rangga - Congkasae.com

News Update

close
MAU CETAK UNDANGAN UNTUK PERNIKAHAN ANDA?
Kami hadir di RUTENG memberikan pelayanan terbaik, Hubungi kami di 082 342 994 060

13 Maret, 2021

Nasib Ngkiong, Burung Endemik Flores di Tengah Kerusakan Hutan Bangga Rangga

 

Pada bagian lain media ini hampir tidak mendengarkan cuitan burung endemik Flores yakni Ngkiong sebagaimana lazimnya.

[Congkasae.com/Kereba] Kerusakan hebat hutan Bangga Rangga yang terletak di sekitar pertigaan Dangka Mangkang serta masuk dalam kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA)  Ruteng akibat dirambah warga sekitar rupanya berdampak pada kerusakan ekosistem.


Maraknya perambahan hutan dimana hampir sebagian besar pepohonan sudah ditebang warga untuk ditanami Kopi, juga  berdampak pada hilangnya sumber makanan bagi hewan liar seperti Kera, musang, babi hutan, ayam hutan, termasuk burung endemik Flores yakni Ngkiong. 


Pantauan Congkasae.com pada Sabtu (13/3) siang diperkirakan ada puluhan hingga ratusan hektare kawasan hutan Bangga Rangga yang sudah rusak akibat disulap jadi kebun kopi. 


Awak media ini yang penasaran dengan aktivitas warga dalam kawasan hutan lindung milik Negara itu mencoba masuk sejauh 1 Km ke dalam kawasan hutan untuk menemui perambah hutan. 


Namun sayang, media ini tidak menemui satu orang pun dalam penelusuran Sabtu (13/3).


Media ini hanya menemukan hamparan perkebunan Kopi milik warga yang dilengkapi dengan pondok. 


Pada bagian lain media ini hampir tidak mendengarkan cuitan burung endemik Flores yakni Ngkiong sebagaimana lazimnya.


Media ini juga tidak menemukan Kera yang lazimnya sering dijumpai di dalam kawasan hutan. 


Selama hampir 2 jam lebih awak media ini berjalan kaki menelusuri hamparan hutan TWA yang konon katanya diawasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kelas II Ruteng itu namun tidak menemui hewan-hewan liar. 


Kerusakan kawasan hutan konservasi di hutan Bangga Rangga rupanya telah memaksa hewan liar mulai dari Kera, Babi Hutan, Ayam Hutan hingga Ngkiong untuk bermigrasi dari tempat itu. 


Entah kemana para penghuni hutan itu berpindah rumah, dan sejak kapan mereka berpindah rumah dari kawasan hutan Bangga Rangga, yang jelas semuanya hilang tak berbekas. 


Kuat dugaan para penghuni hutan itu pergi akibat hilangnya sumber makanan dan seringnya  berpapasan denan manusia serakah para perambah hutan. 


Kerusakan hutan Bangga Rangga merupakan kisah tentang bagaimana keserakahan manusia menghancurkan alam, merusak ekosistem termasuk membunuh masa depan burung Ngkiong. 


Penulis: Tonny Rahu

BACA JUGA

Puluhan Hektare Hutan TWA Ruteng Rusak Akibat Disulap Jadi Kebun Kopi

 

Puluhan Hektare Hutan TWA Ruteng Rusak,  Fungsi BKSDA Dipertanyakan

 

BKSDA Diminta Tindak Tegas Perambah Hutan TWA Ruteng


Selain Kebun Kopi, Puluhan Hektare Hutan TWA Ruteng Juga Marak Ilegal Logging


Tidak ada komentar:

Posting Komentar