Lantik Anak Sendiri Jadi Sekretaris Dinkes, Pengamat Sebut Preseden Buruk Bagi Birokrasi Matim - Congkasae.com

News Update

close
MAU CETAK UNDANGAN, Cetak FOTO, UNTUK PERNIKAHAN ANDA?
Ke TONY PRINTING saja, Hubungi kami di 082 342 994 060

 


5 Jul 2021

Lantik Anak Sendiri Jadi Sekretaris Dinkes, Pengamat Sebut Preseden Buruk Bagi Birokrasi Matim


Dari aspek kelaikan dan kepatutan, pengangkatan anaknya sendiri ini menjadi tidak elok,"kata Lasarus Jehamat menjawab pertanyaan Congkasae.com Senin siang.

[Congkasae.com/Plitik] Bupati Manggarai Timur Andreas Agas melantik anaknya sendiri Ani Agas menduduki jabatan baru sebagai sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur.


Dalam acara pelantikan yang berlangsung di aula Setda Manggarai Timur Senin (5/7) itu Ani Agas ditunjuk sebagai sekretaris Dinas Kesehatan Matim menggantikan posisi yang ditempati Petrus Sudin.


Selain Ani, Bupati Agas juga melantik Adolfus J. Tahu menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik dan Albertus Rangkak menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur.


Hermanus Hala Kodi juga dilantik menjadi Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Timur dari jabatan sebelumnya yakni Sekretaris Ketahanan Pangan dan Perikanan.


Bupati Manggarai Timur Andreas Agas mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik sembari berharap para pejabat baru itu menjadi suritauladan bagi lingkungan kerja yang baru.


"Berikanlah teladan dan hendaklah menjadi panutan di lingkungan kerja saudara,” pesan Bupati Agas.


Pelantikan Ani Agas menduduki jabatan sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai Timur direspons oleh pengamat politik Universitas Nusa Cendana Lasarus Jehamat.


Lasarus Jehamat yang merupakan sosiolog Undana Kupang mengatakan bupati Andreas Agas sedang menciptakan musuh dalam birokrat Manggarai Timur.


"Dari aspek kelaikan dan kepatutan, pengangkatan anaknya sendiri ini menjadi tidak elok,"kata Lasarus Jehamat menjawab pertanyaan Congkasae.com Senin siang.



Lasa juga mengatakan ada sejumlah indikator yang dipakai dalam dunia birokrasi yang dijadikan paramter untuk menguji kelayakan seseorang.


"Kalau kita menilai pejabat, indikatornya harus jelas. Di birokrasi, indikatornya kinerja, pangkat dan golongan itu pasti melekat. Kalau begitu, gugatan kita mengarah ke sana,"terang Lasarus.


Lasa juga mempertanyakan sejumlah indikator itu apakah dipenuhi Ani Agas sehingga layak menduduki jabatan sekretaris Dinkes Matim.


Pertama, kata Lasarus, apakah ada kinerja luar biasa dari Ani sehingga menyisikan orang lain di Dinkes Matim untuk menjadi Sekretaris, Kedua, apakah keputusan itu benar merujuk kinerja Ani atau malah karena pertimbangan lain.


"Katakanlah, meski dia anak bupati, tapi kalau memiliki prestasi hebat dan kinerja luar biasa, dan dalam analisis jabatan, dia laik untuk duduk di situ, silakan. Tapi kalau tidak, preseden buruk bagi birokrasi Matim,"papar Lasarus Jehamat.


Sosiolog Undana Kupang itu juga menyebut dalam situasi seperti ini bisa menciptakan ruang gelap birokrasi.


"Inilah yang disebut ruang gelap birokrasi. Di ruang gelap itu, sebagai pembina, bupati melakukan apa pun termasuk mengangkat anaknya sendiri menjadi pejabat. Watak nepotisnya nampak di situ,"tambah Lasa.


Penulis: Tony

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Uskup Ruteng Positif Covid