KLHK Babat 3Ha Hutan Lindung di Mabar, Demi Rehabilitasi lahan Kritis di Flores - Congkasae.com

News Update

close
MAU CETAK UNDANGAN, Cetak FOTO, UNTUK PERNIKAHAN ANDA?
Ke TONY PRINTING saja, Hubungi kami di 082 342 994 060

 


3 Sep 2021

KLHK Babat 3Ha Hutan Lindung di Mabar, Demi Rehabilitasi lahan Kritis di Flores

Lokasi hutan yang dibabat untuk persemaian moderen

"Kita bangun di sini untuk daratan Flores, sumber bibitnya dari Manggarai Barat semua,"kata Stefanus Nali, yang dihubungi Jumat.

 [Congkasae.com/Kereba] Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI saat ini sedang menggenjot proyek persemaian anakan kayu di wilayah Manggarai Barat.


Proyek tersebut disorot pemerhati lingkungan termasuk anggota DPRD Manggarai Barat lantaran berpotensi  merusak hampir 30 Ha lahan hutan di kawasan Satar Kodi, desa Nggorang, kecamatan Komodo.


Saat ini 3 hektare kawasan hutan lindung itu sudah dibabat dari rencana 30 hektare kawasan hutan yang akan disulap jadi lokasi persemaian bibit pohon.


Sejumlah hal yang dikeritik pemerhati lingkungan yakni soal nasib hutan yang dibabat untuk proyek persemaian anakan pohon yang dinilai dapat merusak lingkungan termasuk keringnya mata air di lokasi proyek.


Apalagi hutan di kawasan tersebut selama ini disebut-sebut sebagai kawasan penyanggah sumber air minum bersih yang menghidupi warga sekitar termasuk warga Labuan Bajo.



Namun Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Manggarai Barat, Stefanus Nali mengatakan proyek yang digodok oleh KLHK itu bertujuan untuk mendukung percepatan pembangunan pariwisata super prioritas Labuan Bajo.


Menurut Stefanus proyek pemerintah pusat dengan anggaran 39 Miliar lebih itu bertujuan untuk merehabilitasi hutan di pulau Flores dengan memanfaatkan lahan yang kritis.


"Kita bangun di sini untuk daratan Flores, sumber bibitnya dari Manggarai Barat semua,"kata Stefanus Nali, yang dihubungi Jumat.


Stefanus mengatakan sebelum proyek itu digulirkan pemerintah, tim telah melakukan survey dan analisis dampak lingkungan hidup termasuk ekosistem sekitar.


Stef mengatakan dari persemaian moderen itu nanti akan menghasilkan bibit tanaman sebanyak 5 juta pohon per tahun yang akan didistribusikan ke semua wilayah di daratan Flores.


Nali menyebut kekhawatiran yang diutarakan sejumlah kalangan seperti akan merusak ekosistem termasuk mengakibatkan keringnya mata air di sekitar lokasi sebagai dampak dari proyek tersebut justru tidak akan terjadi.


Ia meyakini kawasan tersebut akan direhabilitasi dengan jenis pepohonan yang beragam termasuk yang diperluhkan oleh masyarakat sekitar.


Penulis: Tonny

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Uskup Ruteng Positif Covid