Dua orang dinyatakan hilang tertimbun material setelah perbukitan yang terletak di kampung Pau desa Goreng Meni, Lamba Leda Selatan mendadak longsor pada Kamis 22 Januari 2026.
[Congkasae.com/Kereba] Tingginya curah hujan yang mengguyur pulau Flores telah memicu bencana longsor di Kampung Pau desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda Selatan, Manggarai Timur.
Sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi longsor dari wilayah perbukitan yang menimbun lokasi persawahan dan beberapa unit rumah di kampung Pau desa Goreng Meni.
"Longsor terjadi tadi sore sekitar jam 3 sore di kampung Pau desa goreng Meni,"ujar salah seorang warga dalam unggahan video berdurasi pendek diakses Kamis 22 Januari 2026 malam.
Staf kecamatan Lamba Leda Anselmus Kalus yang dikonfirmasi juga membenarkan hal itu dengan mengatakan sejauh ini dua orang tertimbun material Longsor sementara dua lainnya sudah berhasil dievakuasi dengan kondisi luka-luka.
"Dua warga ini masih tertimbun,"ujarnya singkat.
Ia mengatakan identitas kedua orang yang dinytakan hilang itu Yustina Mira warga kampung Tuwa sementara satunya lagi warga kampung Tontang.
Kondisi cuaca yang buruk menyulitkan proses pencarian korban hal itu diperparah dengan putusnya saluran komunikasi akibat pemadaman listrik di lokasi kejadian sejak Rabu pagi.
Saat ini pemerintah desa telah mengungsikan warga kampung Pau ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari kemungkinan longsor susulan.
Cuaca ekstrem yang terjadi di Pulau Flores sejak Selasa 20 Januari malam telah mengakibatkan terjadinya bencana longsor di beberapa lokasi di Manggarai Raya termasuk memutus beberapa titik jalan.
Informasi ini masih akan terus diperbaharui.






