𝘍𝘰𝘵𝘰 𝘋𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘺𝘢𝘢𝘯 3 𝘛𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘗𝘰𝘤𝘰𝘭𝘦𝘰𝘬 𝘙𝘢𝘺𝘢 𝘉𝘢𝘭𝘪, 𝘢𝘥𝘢 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘴𝘱𝘰𝘳𝘢 𝘚𝘢𝘵𝘢𝘳𝘮𝘦𝘴𝘦 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢𝘢𝘯 di Restoran Maso Denpasar Utara 𝘦𝘬𝘴𝘬𝘭𝘶𝘴𝘪𝘧 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘊𝘰𝘯𝘨𝘬𝘢𝘴𝘢𝘦.𝘊𝘰𝘮/𝘛𝘦𝘰𝘧𝘪𝘭𝘶𝘴 𝘑𝘰𝘮𝘾𝙤𝙣𝙜𝙠𝙖𝙨𝙖𝙚.𝘾𝙤𝙢 𝘿𝙚𝙣𝙥𝙖𝙨𝙖𝙧– Paguyuban Poco Leok Raya Bali yang merupakan wadah bagi diaspora Manggarai asal Kecamatan Satarmese kembali meneguhkan eksistensinya melalui perayaan hari ulang tahun ke-3 yang berlangsung Restoran Maso di Denpasar Utara, Minggu (31/05/2026). Kegiatan ini dihadiri warga Poco Leok Raya Bali yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Badung, Denpasar, dan Tabanan.
Acara yang dimulai pukul 15.00 WITA tersebut diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama perjalanan tiga tahun terakhir. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan nilai kebersamaan yang menjadi fondasi utama paguyuban ini.
Ketua Umum Poco Leok Raya Bali periode 2025–2028, Kristianus Daman, S.H., dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai adat dan budaya di tanah rantau. Ia mengutip prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai pedoman hidup bersama dalam keberagaman.
𝘍𝘰𝘵𝘰 𝘋𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘺𝘢𝘢𝘯 3 𝘛𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘗𝘰𝘤𝘰𝘭𝘦𝘰𝘬 𝘙𝘢𝘺𝘢 𝘉𝘢𝘭𝘪, 𝘢𝘥𝘢 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘴𝘱𝘰𝘳𝘢 𝘚𝘢𝘵𝘢𝘳𝘮𝘦𝘴𝘦 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢𝘢𝘯 di Restoran Maso Denpasar Utara 𝘦𝘬𝘴𝘬𝘭𝘶𝘴𝘪𝘧 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘊𝘰𝘯𝘨𝘬𝘢𝘴𝘢𝘦.𝘊𝘰𝘮/𝘛𝘦𝘰𝘧𝘪𝘭𝘶𝘴 𝘑𝘰𝘮Saat ini, Poco Leok Raya Bali menaungi tujuh koordinator desa (kordes) yang aktif berkontribusi dalam menjaga solidaritas antaranggota. Perayaan yang dikemas secara sederhana ini justru memperlihatkan kekuatan utama komunitas, yakni kebersamaan yang tulus tanpa kemewahan.
Sesepuh paguyuban, Saverinus Matul, S.I.Kom., menekankan bahwa inti dari pertemuan tersebut bukan sekadar perayaan, melainkan penguatan nilai-nilai persaudaraan. Dalam kesempatan yang sama, penasihat paguyuban, Siean Gevril, mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi adab sebagai cerminan harkat dan martabat warga Satarmese di perantauan.
Selain itu, Ketua Umum juga mengajak seluruh anggota untuk memperkuat solidaritas sosial, saling merangkul dalam suka maupun duka, serta memberi perhatian khusus kepada generasi muda agar tetap fokus pada pendidikan sebagai tanggung jawab utama.
Peringatan keras turut disampaikan terkait bahaya praktik judi online dan pinjaman online yang dinilai dapat merusak masa depan individu dan keharmonisan keluarga. Hal ini menjadi komitmen bersama untuk menjaga lingkungan komunitas tetap sehat dan produktif.
Sementara itu, Bendahara Umum Fiandianus Jemanjus, S.S., melaporkan bahwa total iuran anggota telah mencapai Rp25.050.000. Dana tersebut digunakan sebagai bentuk solidaritas, termasuk pemberian santunan bagi anggota yang mengalami kedukaan sesuai dengan ketentuan organisasi.
Perayaan ini menjadi bukti bahwa kekuatan komunitas tidak terletak pada kemewahan, melainkan pada ketulusan, solidaritas, dan tanggung jawab bersama.
Momentum tiga tahun ini diharapkan semakin memperkokoh Poco Leok Raya Bali sebagai rumah bersama yang menjunjung tinggi nilai adab, persatuan, dan harapan bagi masa depan yang lebih baik.
Selamat ulang tahun ke-3 Poco Leok Raya Bali. Teruslah menjadi ruang yang merawat kebersamaan dan menguatkan persaudaraan di tanah. rantau.





