fakta-fakta unik dari kentut manusia - Congkasae.com

News Update

25 August, 2016

fakta-fakta unik dari kentut manusia



fakta unik kentut manusia


Disembunyikan atau tidak, orang pasti kentut. Tapi meskipun itu suatu hal yang rutin, ada fakta yang belum diketahui semua orang. Peneliti menemukan hal menarik tentang bakteri yang produksi gas dalam usus.
Hidrogen Sulfida dan Kehidupan

Hidrogen sulfida merupakan gas alami yang sering dijumpai manusia. Di alam bebas, gas dengan rumus kimia H2S ini dihasilkan oleh tumpukan sampah dan gunung berapi. Tak hanya berbau busuk, gas tersebut juga berbahaya dan dapat menyebabkan keracunan jika dihirup dalam jumlah tertentu.
Bagi manusia, gas ini juga tak asing didengar telinga. Di dalam tubuh, hidrogen sulfida secara alami dihasilkan oleh bakteri penghuni usus besar manusia. Gas tersebut adalah hasil samping pembusukan makanan yang dicerna. Seperti gas lain yang dihasilkan tubuh, ketakseimbangan produksi H2S menimbulkan berbagai penyakit.
Dahulu, manusia enggan menelisik jauh makna dibalik kentut. Namun, kini agaknya orang perlu berpikir ulang atas sikap yang demikian. Sebagaimana hasil penelitian yang akan dipaparkan, gas tersebut ternyata bermanfaat bagi kesehatan.
500-1.500 Gas = 10-20 Kentut Tiap Hari
Kentut adalah hasil kerja bakteri yang hidup di dalam usus, kata Purna Kashyap dari Mayo Clinic yang meneliti mikrobiom. Orang konsumsi banyak karbohidrat, tetapi tubuh tidak punya ensim yang diperlukan untuk mengolahnya. Akhirnya karbohidrat sampai di usus, di mana mikroba menghancurkan dan mengambil energi lewat proses fermentasi. Dari proses itu timbul gas.

99% Gas Yang Diproduksi Tubuh Tidak Bau

99% gas yang diproduksi di usus terdiri dari hidrogen, karbondioksida, dan metana. Ini semua tidak berbau, oleh sebab itu sebagian besar kentut tidak tercium sama sekali. 1% yang berbau diakibatkan oleh kandungan sulfur. Makanan yang mengandung sulfur antara lain kacang-kacangan, bawang, kembang kol, brokoli dan produk-produk susu.

Permen Karet dan Soda Sebabkan Kentut

Selain diakibatkan bakteri, sejumlah gas terbentuk dari udara yang dihirup. Gas ini tidak berbau, sebagian besar terdiri dari nitrogen dan oksigen, tetapi jika kentut suara yang keluar tetap sama. Udara masuk ke tubuh terutama ketika orang tidur, tetapi ini juga bisa bertambah jika orang mengkonsumsi minuman mengandung soda dan mengunyah permen karet.

Hasil Proses Sehat dan Kompleks di Usus

Masyarakat modern menilai kentut negatif. Padahal ini adalah hasil kerja ekosistem bakteri di dalam usus. Selain itu, orang juga dapat keuntungan. Ilmuwan masih berusaha ungkap semua peran mikrobiom dalam sistem pencernaan. Tapi sudah diketahui juga, bahwa bakteri sama yang memproduksi gas juga membentuk vitamin dan asam lemak yang jaga kesehatan lapisan usus, dan mendukung kekebalan tubuh.

Orang Tidak Terganggu Kentut Sendiri

Penyebabnya, orang terbiasa dengan bau kentut sendiri. Seperti halnya orang mencium bau tertentu jika masuk rumah orang lain, tetapi tidak mencium apapun di rumah sendiri. Bau yang disebabkan bakteri di usus berbeda sedikit dari satu orang ke orang lainnya. Oleh sebab itu, bau kentut kita mengganggu orang lain, tapi tidak mengganggu kita.

Kentut Bisa Sulut Api

 
kentut bisa di sambar api

Karena kentut sebagian besar mengandung gas-gas yang bisa menyala, seperti metana dan hidrogen, kentut bisa menyulut api. Tapi sebaiknya tidak dicoba, karena bisa berbahaya.

Kentut Tidak Bisa Hilang dengan Sendirinya

Kadang, setelah kentut ditahan karena ingin sopan, orang merasa kentut hilang dengan sendirinya. Tetapi ini tidak mungkin. Orang berhenti memperhatikannya, oleh sebab itu tidak sadar jika kentut keluar secara perlahan. Secara fisika kentut mudah dijelaskan: kentut adalah gelembung gas, harus keluar dan jalan keluar hanya ada satu.

Tidak Baik Membuat Bakteri di Usus Kelaparan

Bagi banyak orang, kentut tidak perlu dibatasi. Demikian ujar Kaskyap. Jumlah yang diproduksi tunjukkan keseimbangan bakteri yang baik dan makanan yang dikonsumsi. Jika tidak mengalami gangguan atau merasa sakit, sebaiknya proses itu tidak diganggu. Jadi orang tidak perlu berusaha mengurangi bakteri di usus. 
Sumber: DW.DE

No comments:

Post a Comment