Polisi memastikan para pelaku pengeroyokan Donatus Darso seorang driver Grab di Labuan Bajo diproses secara hukum. Hal itu dilakukan demi menjaga kepastian hukum dan memberi efek jera kepada para pelaku.
[Congkasae.com/Kereba] Penyidik polres Manggarai Barat tengah melakukan penyelidikan terhadap laporan Donatus Darso (41) seorang driver ojek online yang dikeroyok orang tak dikenal ketika hendak mengambil orderan di jalan Yohanes Sehadun, desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo Senin 13 April 2026 silam.
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan kasus tersebut tengah dalam proses penyelidikan usai dilaporkan korban.
"Saat ini tim penyidik tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut," ujar Kapolres Mabar AKBP Chrstian Kadang Jumat 17 April 2026.
Ia memastikan proses hukum akan terus berjalan dengan melakukan penyelidikan kasus tersebut secara transparan dan akutabel demi terciptanya keadilan dan penegakan hukum yang tepat termasuk menciptakan efek jera kepada pelaku kekerasan.
"Proses hukum ini akan terus berlanjut secara transparan dan akuntabel. Kami ingin memastikan bahwa ada efek jera yang nyata bagi pelaku penganiayaan, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya rasa aman dan keadilan bagi para korban dalam peristiwa pengeroyokan ini.
Di sisi lain Donatus Darso yang menjadi korban pengeroyokan mengatakan insiden tersebut terjadi ketika ia hendak menjemput salah seorang penumpangnya yang berasal dari Eropa di bandara Komodo.
Ia mengatakan sesuai kesepakatan antara pengemudi angkutan wisata dimana para driver ojek online dilarang menjemput peumpang di kawasan bandara Komodo, ia mengarahkan penumpanya untuk berjalan kaki keluar dari area penjemputan bandara dan berjalan ke depan minimarket di luar bandara.
Namun ketika penumpang tersebut telah berada di atas sepeda motornya Donatus tiba-tiba didatangi 9 orang pria tak dikenal dan langsung menyerang Donatus.
"Saya dipukul dan ditendang sampai jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat. Saya sempat bangun, naik motor lagi, tapi dipukul lagi,” jelas Donatus.
Menanggapi masalah tersebut perwakilan komunitas driver Grab Komodo Cama Laing Leonardus Efendi menyayangkan insiden pengeroyokan terhadap driver Donatus dan meminta polisi untuk memeroses hukum para pelaku.
"Tentu kami meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Harus ada efek jera supaya ke depannya tidak ada lagi intimidasi atau kekerasan terhadap driver di area publik," tegasnya.
Selain itu ia juga meminta para pemangku kepentingan untuk meninjau kembali aturan yang berlaku di kawasan Bandara Internasional Komodo agar dievaluasi.
"Kami juga mendorong adanya evaluasi mendalam terkait sistem pelayanan di bandara agar lebih transparan dan optimal,"katanya.
BACA JUGA
Curi Komodo di Pota, Dua Orang Warga Manggarai Timur Ditangkap
Kasus Bunuh Diri Lantaran Terlilit Hutang Makin Sering Terjadi di Manggarai
Dituduh Tebang Hutan TWA Ruteng, Hakim Vonis Bebas Petani Asal Manggarai Timur
Wabah ASF Serang Ternak Babi di 4 Wilayah Kecamatan Manggarai Timur




%20(1)%20(1)%20(1).webp)

