Wabah ASF yang menyerang ternak babi di 4 kecamatan di Manggarai Timur terjadi meski pemerintah mengklaim telah menyalurkan bantuan berupa vaksinasi ASF terhadap ternak babi.
[Congkasae.com/Kereba] Wabah African Swine Fever (ASF) atau lebih dikenal demam babi Afrika kembali merebak di 4 wilayah kecamatan di kabupaten Manggarai Timur.
Hal tersebut telah mengakibatkan kematian ternak babi dalam jumlah banyak dan menimbulkan kerugian bagi para peternak Babi.
Salah seorang peternak babi di desa Rana Mbata, kecamatan Kota Komba Utara, kabupaten Manggarai Timur mengeluhkan kondisi ternak babinya yang mati mendadak dengan gejala klinis mirip ASF.
"Dalam 3 hari induk babi saya tiba-tiba mogok makan disertai demam tinggi, badannya menggigil mata merah dan tak mau makan sama sekali, memasuki hari keempat babi saya mati, meskipun saya tidak pernah makan daging babi atau berkunjung ke kandang babi milik orang lain,"ujarnya kepada congkasae.com Kamis 9 April 2026.
Ia mengatakan awalnya hanya babi bunting yang memiliki gejala klinis untuk mengantisipasi hal tersebut ia sempat melakukan isolasi ketat terhadap ternak babi yang sakit.
Meski demikian hal tersebut rupanya tak banyak membantu,"karena hanya selang seminggu babi saya yang satunya juga jatuh sakit dengan gejala klinis yang sama persis dan juga mengalami kematian,"ujarnya.
Akibat kematian babi tersebut ia mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp.20.000.000 lantaran induk yang pertama mati dalam kondisi bunting dan belum sempat beranak.
Dalam penelusuran media ini kasus kasus kematian babi yang terjadi di desa Rana Mbata, Manggarai Timur terjadi menyusul masuknya daging babi dari daerah kecamatan Ruteng.
Hal tersebut diperkuat dengan adanya warga yang menerima daging babi potong (Julu) dari kecamatan Ruteng,"ternyata daging babi yang mereka terima itu disembelih karena mengalami gejala klinis mirip ASF dan di atas kabarnya sedang terjadi wabah ASF juga,"ujar sumber ini.
Ia mengatakan ada sekitar 10 orang warga Rana Mbata yang membeli daging Julu dari kecamatan Ruteng sebelum perayaan paskah tahun 2026 kemarin.
Nahasnya hanya berselang beberapa hari saja wabah ASF mulai terjadi di desa tersebut, yang menyebar ke beberapa ternak babi milik warga.
"Umumnya gejala babi-babi tersebut mati dengan gejala klinis yang sama,"ujarnya.
Ia menyayangkan kebiasaan buruk sesama peternak babi yang sengaja melepaskan ternak babi sakit dan bebas berkeliaran serta memasuki kandang babi milik orang lain.
"Di sini kebiasaan buruk peternak itu kalau babi saya sakit maka saya sengaja melepaskan babi itu dari kandang jadi inilah yang mempercepat potensi penularan virus,"kata sumber ini.
Ia menduga penularan virus yang menginfeksi ternak babinya bersumber dari ternak babi milik warga lain yang sengaja dilepas.
Di sisi lain dinas peternakan kabupaten Manggarai Timur mengatakan Virus ASF tak memiliki obat hingga saat ini.
Dalam sebuah poster yang disebarluaskan di media sosial dinas peternakan kabupaten Manggarai Timur mengatakan hingga bulan Februari 2026 telah terjadi kematian babi sebanyak 78 ekor di wilayah kabupaten Manggarai Timur akibat wabah ASF.
Kristo Hemo kepala bidang kesehatan Hewan kabupaten Manggarai Timur mengatakan saat ini ada 4 kecamatan dengan kasus wabah ASF di Manggarai Timur yakni kecamatan Borong, Kecamatan Kota Komba, Rana Mese dan Kota Komba Utara.
Ia mengatakan dinas peternakan kabupaten Manggarai Timur sudah memberikan bantuan kepada para peternak babi berupa disinfektan termasuk melakukan vaksinasi anti ASF pada ternak yang masih sehat.
"Namun belum semua wilayah mendapatkan bantuan ini, kasus ASF dilaporkan dari wilayah yang belum mendapatkan bantuan,"ujarnya.
Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur disebutnya telah menyalurkan 500 dosis vaksin ASF untuk kecamatan Rana Mese, Borong, Kota Komba dan Kota Komba Utara.
Meski demikian kasus kematian babi justru datang dari desa yang belum memperoleh bantuan sama sekali.
BACA JUGA
21 Desa di Manggarai Timur Terpapar Virus ASF , 468 Ekor Babi Mati Mendadak
Cegah ASF, Disnak Matim Larang Warga Jual Daging Babi Sakit
Virus ASF Mewabah di Manggarai Raya, Ternak Babi Mati Mendadak
Virus Babi Afrika Mewabah di Mokel Morid, Bersumber dari Anak Babi Luar Daerah?
Wabah ASF Meluas ke 2 Kecamatan di Manggarai Timur, Ratusan Ekor Babi Mati




%20(1)%20(1)%20(1).webp)

