- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Visibilitas Rendah Menyulitkan Pencarian Bocah yang Tenggelam di Rana Mese

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    05 Mei, 2026, 20:22 WIB Last Updated 2026-05-05T15:17:11Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1

     

    Pencarian Bocah yang Tenggelam di Rana Mese Masih Nihil
    Kondisi dasar danau yang berlumpur dengan visibilitas rendah menyulitkan pencarian korban.

    [Congkasae.com/Kereba] Proses pencarian terhadap Germanus Alberto Ngitung (10) bocah kelas V SDK Maras desa Golo Loni, kecamatan Rana Mese, kabupaten Manggarai Timur yang tenggelam di danau Rana Mese masih belum membuahkan hasil.


    Kepala pencarian dan pertolongan Maumere Fathur Rahman dalam keterangannya mengatakan tim Search and Rescue (SAR) telah direrjunkan ke lokasi usai menerima laporan terkait insiden tersebut pada Senin kemarin.


    "Di hari kedua ini tim sudah melakukan proses pencarian namun hingga dilaporkan saat ini masih belum membuahkan hasil,"kata Rahman dalam keterangan yang diperoleh congkasae Selasa 5 Mei 2026.


    Ia mengatakan pencarian hari kedua tim yang menggunakan Rubber Boat melakukan  penyisiran dan menyelam ke titik lokasi korban pertama kali dilaporkan hilang.


    "Namun hasilnya masih nihil,"katanya.


    Menurut Rahman insiden tersebut bermula dari Greis dan teman-temannya yang berangkat ke Danau Rana Mese pada Senin 4 Mei kemarin untuk bermain rakit yang terapung di atas permukaan danau itu.



    "Namun tiba-tiba korban melompat dari atas rakit ke danau dan tenggelam,"katanya.


    Melihat kondisi tersebut, lanjut Rahman, rekan-rekannya melapor ke petugas BKSDA di pos jaga.


    Petugas juga melaporkan insiden itu ke Pos SAR Manggarai, Labuan Bajo dan Maumere.


    Ia mengatakan proses pencarian terhadap Germanus akan dilanjutkan Rabu 6 Mei 2026.


    Ghoi salah seorang warga lokal yang ikut menyelam ke dasar danau Rana Mese pada proses pencarian di hari pertama mengatakan visibilitas yang rendah ditambah dasar danau yang berbentuk seperti palung menyerupai huruf V dan berlumpur menyulitkan tim pencarian.


    "Masalahnya di danau itu visibilitasnya rendah sekali jam 7 pagi itu di bawah air masih gelap,"ujarnya.


    Ia mengatakan pencarian semakin sulit lantaran dasar danau itu berbentuk palung menyerupai huruf V.


    Menanggapi insiden tersebut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) provinsi NTT menutup sementara obyek wisata danau Rana Mese.


    Dalam pengumuman resminya Pelaksana Harian BBKSDA NTT Joko Waluyo mengatakan obyek wisata danau Rana Mese mulai ditutup sejak 5 Mei 2026 hingga berakhirnya operasi pencarian korban.


    "Kepada seluruh calon pengunjung danau Rana Mese, Taman Wisata Alam Ruteng dengan ini diberitahukan bahwa Danau Rana Mese ditutup sementara untuk kunjungan wisata alam terhitung sejak hari Selasa 5 Mei 2026 hingga selesainya proses pencarian korban yang akan diumumkan kemudian,"tulis Waluyo dalam pengumuman resmi yang salinannya diterima media ini.

    BACA JUGA

    Berenang bersama temannya Bocah SD tenggelam di danau Rana Mese


    Hendak mandi kernet ekspedisi tenggelam di Labuan Bajo


    Cabuli anak pegawai PPPK di Mabar ditahan Polisi


    Wabah ASF serang ternak babi di Manggarai Timur

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng