Larantuka Kota Nazaret di Ujung Timur Pulau Flores - Congkasae.com

Hoos ata werud

30 May, 2017

Larantuka Kota Nazaret di Ujung Timur Pulau Flores




katedral Larantuka
Larantuka merupakan sebuah kota kecil yang terletak di ujung timur pulau Nusa Bunga (julukan untuk pulau Flores) NTT.

Di kota ini mayoritas penduduknya beragama katolik, dan merupakan kota paling terkenal didaratan flores. Terkenal karena memiliki tempat wisata Rohaninya bagi orang katolik.

Smana Santa merupakan warisan peninggalan portugis yang hingg saat ini masih terpelihara oleh penduduk setempat dan menjadi wisata rohani ketika hari raya paskah tiba.

patung Mater dolorosa
Dulunya Larantuka, merupakan sebuah kerajaan yang berdiri pada abad ke 17 dengan latar belakang agama katolik, terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kerajaan ini muncul setelah Majapahit runtuh dan masuknya kolonialisasi dari bangsa Eropa.

Walalupun masih simpangsiur, tetapi menurut masyarakat setempat, kerajaan ini semula didirikan oleh seorang tokoh bernama Watowele, yang berasal dari Gunung Ile Mandiri, bersama dengan Pati Golo Arakian, keturunan dari kerajaan Wahale.

Tidak seperti kerajaan di Jawa dan Sumatera yang memiliki cakupan wilayah kekuasaan yang luas, Larantuka tergolong kerajaan yang kecil, baik secara luas wilayah maupun kebudayaan yang membentuknya. Wilayah dari Larantuka sendiri banyak diisi oleh berbagai pendatang seperti dari Jawa dan Ambon.

Gunung Ilemandiri
Masuknya agama katolik pada kawasan ini tidak terlepas dari pengaruh Portugis. Pada awalnya, kawasan Larantuka dijadikan sebagai daerah transit dari Malaka menuju Maluku.

Namun, karena komoditas yang dihasilkan oleh wilayah ini sangat laku di perdagangan internasional, Portugis pun tertarik membangun koloni. Semangat penyebaran agama pun tidak terlepas dari kondisi ini.

Kerajaan Larantuka mengalami lika-liku sejak berdiri dari tahun 1600. Setelah sebelumnya dikuasai oleh Portugis, kerajaan ini jatuh di tangan Belanda pada tahun 1859, setelah adanya konflik antara Portugis dengan Belanda. Meski begitu, semua kegiatan ritual tetap dilakukan seperti sebelumnya.

patung mater dolorosa
Setelah menguasai selama kurang dari 50 tahun, kerajaan ini pun akhirnya dibubarkan oleh Belanda. Namun pemilihan raja baru tetap dilakukan oleh masyarakat dari waktu ke waktu. Hinggga saat ini, hanya tersisa istana, raja, dan beberapa keturunan yang masih memegang teguh adat dari kerajaan katolik satu-satunya di Indonesia ini.

Ritual adat
Meskipun ajaran katolik masuk dalam kerajaan ini, namun ritual yang telah ada sejak zaman leluhur tetap dilakukan. Salah satunya yang tidak bisa ditinggalkan adalah ritual persembahan hewan ternak pada setiap upacara tradisional.

patung tua Ma
Pengorbanan hewan dilakukan untuk meminta berkah pada sang pencipta. Tak hanya itu, persembahan hewan ini juga dilakukan untuk meramalkan hal yang akan terjadi.

Peramalan ini dilakukan oleh ketua suku dengan melihat urat hewan yang disembelih. Uniknya, jika hasil dari ramalan tersebut adalah kabar baik, maka semua orang akan bersukacita. Sebaliknya, jika hasilnya adalah kabar buruk, maka semua orang akan melakukan musyawarah untuk menemukan penyelesaiannya.
khusus Wilayah Denpasar

Raja Larantuka
Setelah masuknya agama katolik di bawah pengaruh Portugis, raja yang memerintah telah dibaptis menggunakan nama kristen, disamping gelar dan nama asli, menggunakan marga Diaz Viera de Godinho (DVG) dengan gelar Don.

Sebagai Kerajaan Katolik, raja memiliki kekuasaan dan peran dalam urusan agama. Misalnya, raja memiliki wewenang untuk mengatur kegiatan mengaji semana, doa selama masa prapaskah secara bergilir. Selain itu, raja juga dianggap sebagai sosok yang berhak membuka pintu Kapela Tuan Ma untuk memulai segala upacara yang akan diselenggarakan. Tidak hanya itu, raja juga memiliki posisi penting dalam Prosesi Jumad Agung.
Hubungi kami di WA 082342994060 untuk pemasangan Iklan

prosesi jumat agung inilah yang memgundang perhatian dari wisatawan manca negara, karena di Larantuka, berbeda dengan prosesi jumat agung di tempat lainya, disana ada yang namanya Smana Santa.

selain itu memaski kota ini kita akan menemukan patung-patung kudus orang Katolik disetiap persimpangan jalan, itulah yang menjadikan kota ini bagaikan kota Nazaret di pulau Flores.
Tertarik untuk mengunjungi Larantuka? silakan.......
Penulis: Pemerhati Budaya saat ini menetap di Bali Indonesia

No comments:

Post a Comment