- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Arti Penting Malam Kamis Putih dan Warna Liturgi Gereja Katolik

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    31 Maret, 2026, 13:53 WIB Last Updated 2026-03-31T06:53:00Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1
    Arti Penting Malam Kamis Putih dan Warna Liturgi Gereja Katolik

    Bagi umat Katolik malam Kamis Putih merupakan awal perayaan tiga hari suci paskah yang memperingati perjamuan terakhir Yesus dan murid-muridnya sebelum akhirnya ditangkap untuk disalibkan di bukit tengkorak

     [Congkasae.com/Pojok Rohani] Perayaan malam Kamis Putih merupakan perayaan gereja Katolik untuk memperingati momen ketika Yesus merayakan perjamuan Paskah untuk yang terakhir kalinya bersama para murid.


    Pada malam perjamuan terakhir ini Yesus menyuruh dua orang muridnya untuk membelanjakan makanan roti tak beragi seturut tradisi umat Yahudi dalam memperingati paskah yang memperingati Allah membebaskan bangsa tersebut dari perbudakan di tanah Mesir melalui Nabi Musa.


    Yang menarik dalam hal ini adalah Yesus juga merayakan paskah bersama para muridnya sebelum akhirnya ia ditangkap untuk diadili atas tuduhan palsu yang dibantu muridnya sendiri Yudas Iskariot yang terlah menjual sang guru dengan nilai 30 keping perak.


    Perayaan Kamis Putih merupakan rangkaian tri hari suci dalam gereja Katolik yang menandai peristiwa perayaan perjamuan terakhir Yesus bersama murid-muridnya sebelum Ia ditangkap para serdadu.


    Dalam perayaan tersebut umat Katolik akan mengenang kembali momen ketika Yesus membasuh kaki murid-muridnya sebuah ritual yang kala itu jarang dilakukan oleh para rabi Yahudi.


    Momen pembasuhan kaki para murid pada perayaan malam Kamis Putih dalam ajaran dan tradisi gereja Katolik menandakan dimulainya perayaan 3 hari Suci yakni Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah.



    Adapun warna liturgi yang digunakan dalam perayaan malam Kamis Putih akan bernuansa Putih kain taplak Altar utama akan berwarna putih dan dihiasi oleh bunga.


    Selain itu imam dan seluruh petugas liturgi juga akan mengenakan jubah berwarna putih yang menggambarkan kesan kegembiraan, terang, bersih dan penuh kedamaian. Selain itu, menurut tradisi Gereja Katolik, warna putih memiliki makna mendalam yang melambangkan kemurnian, kesucian, kekudusan, sukacita dan juga kemenangan.


    Selain itu perayaan malam Kamis Putih akan berlangsung secara meriah dengan paduan suara serta iringan musik.


    Hal tersebut berbeda dengan hari raya Jumat Agung yang berisi nyanyian ratapan kesedihan dan perkabungan yang akan digelar keesokan harinya.


    Umat Katolik juga sedapat mungkin untuk mengenakan busana yang berwarna putih pada saat mengikuti perayaan malam Kamis Putih, hal ini memang tidak diatur oleh gereja Katolik akan tetapi lazimnya umat akan mengenakan pakayan bernuansa putih.


    BACA JUGA

    Mengapa Umat Katolik Merayakan Minggu Palma?


    Masuknya Agama Katolik ke "Persia" Iran Moderen


    Ketika Kecerobohan Yudas Iskariot Berbuntut pada Penyaliban Yesus

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng